Minggu, 05 Januari 2014 0 komentar

ibnu sina


Ibnu sina

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سيناAbu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا).Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia),danmeninggal pada bulan Juni 1037 di HamadanPersia (Iran).Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagaiQanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
Awal Kehidupan
Kehidupannyan dikenal lewat sumber – sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afganistan(dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik diBukhara.Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun. Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikapintellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafalAl-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.Meskipun bermasalah besar pada masalah – masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku – bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan – kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata – katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak dikenal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode – metode baru dariperawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18tahun dan menemukan bahwa “Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat – obat yang sesuai.” Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh – musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk menulis beberapa karya paling awalnya.Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju keruntuhannya pada Desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan. Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui distrikNishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu openinguntuk bakat – bakatnya. Shams al-Ma’äli Qäbtis, sang dermawan pengatur Dailam, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, diGorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri idmana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan dari bukuCanon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.
Kematian
Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 M di Hamadan, Iran, karena penyakit maag yang kronis. Ia wafat ketika sedang mengajar di sebuah sekolah. saat itu dia sedang sakit parah tetapi tetap saja bersikeras utuk mengajar anak-anak, saat dia wafat anak-anak itu merasa beruntung sekali mempunyai kesempatan untuk bertemu ke ibnu sina untuk terakhir kalinya karena saat akan dibawa ke rumah dia sudah kehilangan nyawa dan tidak dapat ditolong
Karya Ibnu Sina

·         Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan)
·         Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
·         An Najat


0 komentar

kata-kata mutiara imam khomaini


Kedisiplinan, aturan, dan undang-undang
o   Disiplin terhadap kewajiban dari Tuhan
o Masyarakat butuh kepada aturan, apabila tidak ada aturan maka hancurlah masyarakat.
o   Hukum Islam itulah undang-undang.
o Kalian harus mengikuti peraturan sekalipun berbeda dengan pandangan anda
o  Negara Islam harus mengikuti Aturan Alloh bukan yang lainnya
o   Nilai dan kemuliaan seseorang diukur dari mengikuti peraturan dan itulah ketakwaan,
o   Melanggar aturan adalah dosa, yang membuatnya terjerat hukum
o   Dibuatnya undang-undang untuk membentuk aturan-aturan  masyarakat yang berkeadilan, supaya menjadi teratur
o   Apabila semua orang, kelompok, masyarakat dan para perintis di negara kita tunduk dan menghormati  undang-undang  negara maka tidak akan pernah terjadi perbedaan/perpecahan
o   Hendaklah keridhoan Alloh yang menjadi tujuan kita, supaya kita tunduk kepada undang-undang.
o   Dalam Islam hanya ada satu hukum yaitu hukum Alloh, dan hanya satu undang-undang yaitu undang-undang Alloh, maka sebuah keharusan bagi setiap seseorang mengetahuinya.
o   Undang-undang adalah satu-satunya hakim dalam Islam sehingga pada zaman Raulullah SAW. undang-undang sebagai hakim, dan nabi sebagai  penerap
o   Sesungguhnya  undang-undang yang tidak dipenuhi oleh kaidah kepemimpinan, dan kaidah itu dizolimi olehnya, adalah undang-undang syaithon, bukan undang-undang Tuhan.
o   Hukum Islam adalah hukum undang-undang Tuhan, undang-undang Qur’an dan Sunnah, dan hukum itu mengikuti undang-undang.
o   Berlaku kritiklah tapi jangan saling suruh, sesungguhnya saya pemberontak orang yang saling suruh, dan semua orang memberontaknya, kami adalah orang yang menentang pencapaian republik islam, dan melelemahkannya karena melemahkannya adalah melemahkan islam dan kami menolak itu.
o   Melawan hukum islam menyebabkan kekufuran, dan merupakan dosa yang paling besar.
o   Apabila kalian melihat orang yang melewati usul  (undang-undang)  maka nasihatilah dia dengan tegas.
o   Timbulnya perbedaan hanya karena adanya ketidak pedulian terhadap undang-undang.
o   Undang-undanglah yang memberi hukum terhadap Islam, dan nabi mengikuti undang-undang itu sendiri dan tidak mungkin membelakanginya.

o   Musuh revolusi hari ini adalah, setiap orang melakukan latihan tanpa penguasaan.
Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar

Pengaruh Filsafat pada tasawwuf Al-Ghazali

Jika kita ingin meletakkan Al-ghazali dalam tataran Filsafat Islam ada beberapa hal yang harus menjadi catatan awal.
Titik tolak utamanya adalah bahwa Al-ghazali tidak menganggap dirinya filosof dan tidak senang dipanggil filosof, sebuah fakta yang menarik adalah bahwa pada abad pertengahan para pemikir kristen membaca karya Al-ghazali maqhosidil falasifah, ada beberapa paparan argumentatif dan obyektif dizamannya yang disampaikan oleh Al-ghazali sehingga beliau disebut sebagai seorang failasuf, seperti halnya Ibnu Sina, Ibnu Rusyd.
Ini tidak berarti bahwa Al-Ghazali tidak mengasimilasi filsafat secara mendalam sebagaimana terlihat dari daya tarik teoritis dan kekuatan strukturnya, tetapi menyebabkan kita percaya juga bahwa filsafat setidak-tidaknya mempunyai pengaruh tak lansung atas pemikiran Al-ghazali. Sekalipun beliau begitu kontras dalam mmbantah para filosof,sebagaimana yang beliau tulis  dalammagnum ofusnya ihya ulumiddin, Al-ghazali didalam kitab ini begitu jelas bahwa tema pertama yang beliau letakkan adalah tentang akal dan ilmu, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Ghazali dalam tasawwufnya dipengaruhi oleh filsafat.


Rabu, 27 November 2013 0 komentar

tawaddu'

secara epitomologi tawaadu' adalah masdar dari kata tawaado'a yatawaadho'u tawaadhu'an,, yang berarti memposisikan diri,,, bina' nya adalah lil musyarokah baina al-itsnaini bisa juga baina al-wahid,, artinya tawaadu' itu adalah bagaimana seorang hamba memposisikan dirinya sebagai seorang hamba,,, dan juga tawaadu' dijelaskan oleh ibnu atho'illah dalam kitabnya al-hikam
bahwa tawaadu' itu bagaimana seorang hamba benar-benar merasa bahwa dirinya tidak lebih hanya seorang hamba, bukan sebuah gelar yang kemudian mengaku dirinya tawaadu' sebagaimana ungkapan ibnu atho'illah yakni :
ليس المتواضع اذا تواضع رأي أنه اذا تواضع رأي أنه فوق ما صنع و عكسه
bukanlah orang yang tawaadu' apabila dia tawaadu, dia menganggap dirinya orang tawaadu' sebaliknya, akan tetapi orang yang tawaadu' apabila dia tawaadu' dia menyangka dirinya tidak tawaadu'.
artinya disini, bahwa tawaadu' itu betul-betul pekerjaan dari hati yang paling dalam atau bisa dikatakan kesadaran seorang hamba akan kelemahannya.

                                                                                                               semoga bermanfaat



 
;