Titik tolak utamanya
adalah bahwa Al-ghazali tidak menganggap dirinya filosof dan tidak senang dipanggil
filosof, sebuah fakta yang menarik adalah bahwa pada abad pertengahan para
pemikir kristen membaca karya Al-ghazali maqhosidil falasifah, ada beberapa
paparan argumentatif dan obyektif dizamannya yang disampaikan oleh Al-ghazali
sehingga beliau disebut sebagai seorang failasuf, seperti halnya Ibnu Sina, Ibnu
Rusyd.
Ini tidak berarti bahwa Al-Ghazali tidak mengasimilasi
filsafat secara mendalam sebagaimana terlihat dari daya tarik teoritis dan
kekuatan strukturnya, tetapi menyebabkan kita percaya juga bahwa filsafat
setidak-tidaknya mempunyai pengaruh tak lansung atas pemikiran Al-ghazali. Sekalipun
beliau begitu kontras dalam mmbantah para filosof,sebagaimana
yang beliau tulis dalammagnum ofusnya ihya
ulumiddin, Al-ghazali didalam kitab ini begitu jelas bahwa tema pertama yang
beliau letakkan adalah tentang akal dan ilmu, sehingga tidak dapat dipungkiri
bahwa Al-Ghazali dalam tasawwufnya dipengaruhi oleh filsafat.

0 komentar:
Posting Komentar